Mengecek Komponen yang Rusak

Mengecek  rangkaian   Dioda

Dengan  menggunakan  Ohm  meter  ukur  tahana  forward   dan  referse  dari  dioda tersebut  pada  posisi  range   1X  atau  10X . Dioda  dianggap  rusak  jika tahanan  referse  sangat  kecil.  Berbagai  macam  dioda  dapat dicek  dengan cara ini antara lain  dioda  Penyearah,   dioda Zener   dan   dioda Varaktor

Dengan  tegangan  ukur  tegangan  output  dioda  jika  sebagai  penyearah .

Ukur  tegangan  pada dioda zener , tegangan Zener  menunjukkan tegangan  yang terukur.

 

Mengecek  rangkaian  resistor

Baik /  tidaknya  resistor  pada   papan  PCB  dapat diukur  dengan  menggunakan  Ohm meter. Ukur komponen  yang  dianggap  rusak, jika hasil pengukuran  menunjukkan  nilai lebih besar  terhadap  nilai pada kode warna resistor tersebut  dapat  maka  resistor tersebut  rusak.   Pada  pengecekan  ini   rangkaian  televisi  tidak  mendapat  tegangan.

Resistor  yang  rusak  pada  umumnya  resistor  sebagai   fuse ( Fuse Resistor = FR ) yang nilaianya  dibawah  10 Ohm yang terletak  pada  output  tegangan sumber.  FR  rusak  berdasarkan  hasil pengukuran tegangan , tegangan  yang terukur pada kapasitor   tidak  ada tegangan  nol Volt.

Dan  resistor  dengan  nilai  diatas  100K Ohm pada umumnya  dilewati tegangan tinggi. resistor  bias  transistor  switching  pada catu daya  dengan  tegangan  300V DC,

pada tegangan  screen ( G 2 )  dengan tegangan  1000VDC

 

Mengecek  rangkaian Kondensator.

Secara  fisik  kondensator Elko  rusak  dapat terlihat   pada  bagian atasnya yaitu agak  menonjol.

Secara pengukuran  tegangan, tegangan  jatuh pada kondensator tegangannya  menurun  dari  tegangan  normalnya. Ukur  nilai kondensator tersebut  dengan  Ohm meter. Kerusakan   kondensator  dapat  terlihat  dari  pengisian / pengosongan. Semakin  besar kondensator  semakin  lama pengosongannya. Bandingkan  dengan  kondensator  yang baru.  Kondensator  yang sering  rusak terutama  sebagai  filter tegangan rendah  maupun  tegangan  tinggi.

Mengecek  rangkaian transistor.

Menguji rangkaian transistor  adalah sebagai berikut :

Letak bagian komponen yang rusak dapat ditemukan dengan  mengukur  resistansi dengan menggunakan  Ohm meter. Tahanan  antara basisi –emitor, basis –kolektor  dan  emitor – kolektor dapat diketahui baik  atau  tidak transistor tersebut .  Pengukuran ini kondisi TV  pada posisi  off.

Dengan mengukur tegangan  Basis- emitor  pada transistor.  Kondisi  normal terdapat tegangan  0,7 Volt. Televisi pada kondisi hidup.

Letak bagian yang rusak dapat ditemukan dengan melihat bentuk gelombang input dan output pada tiap tingkat  penguat  dengan menggunakan  osiloskop.

Setelah diperiksa  dengan  cara tersebut maka  komponen yang rusak dapat dipastikan . kerusakan pada transistor dapat disimpulkan dengan mengadakan pengukuran tegangan.

Mengecek  rangkian  IC

Kerusakan  pada IC  secara  fisik  dapat  diraba  dengan memegang  komponen tersebut. umumnya   panas nya berlebihan. Untuk memastikan  ukut tegangan  yang  masuk ke IC  . Jika tegangan nya kurang  dari normal  dapat  dipastikan bahwa IC tersebut  rusak.

Pada  IC regulator  tipe  78XX  tegangan  pada pin  3 merupakan  output nya dan teganannya  dapat ditentukan   pada  dua  anggka  dibelakangnya.

Penurunan tegangan  dapat juga  disebabkan  komponen lain seperti  dioda  dan  transistor. Sebelum  mengganti  IC pastikan  bahwa  tidak  ada komponen lain  yang  membuat  turun/ drop  tegangan.

 

Penggantian Komponen

Semua komponen dirakit dalam PCB ( Printied Circuit Board ) atau papan rangkaian tercetak.  Pada saat melakukan perbaikan harus hati-hati, seperti yang ditunjukkan berikut ini:

  1. Komponen aktip seperti dioda, transistor dan IC mudah rusak karena panas, maka dalam menyolder jangan  dengan daya yang terlalu besar.  Solder dengan daya besar  dapat merusak jalur , yang  berakibat terkelupasnya jalur PCB.

Pastikan  bahwa  penyolderan  pada IC  tidak ada kaki yang terhubung dengan yang lain. Lakukan pengecekan hubung dan tidaknya dengan Ohm meter.

  1. Pada waktu menyolder komponen yang diganti, sumber tegangan rangkaian harus dimatikan.
  2. Komponen yang diganti harus mempunyai setandar yang sama .
  3. Pada saat  melepas kop tegangan tinggi  di  anoda  tabung  gambar,  TV pada kondisi mati dan sebelum melepas  tegangan tinggi  terlebih dahulu dikosongkan  dengan cara menghubung singkatkan  ke ground.
  4. Pada saat melepas komponen, lubang -lubang solderan  untuk terminal jangan sampai tersumbat timah, menyulitkan pemasangan komponen.untuk itu  digunakan penghisap timah ( attractor )
  5. Hati hati pada saat melepas  soket   tabung gambar  karena bagian tersebut sangat rapuh.

Peralatan  perbaiakan  TV.

1. Untuk mencari gangguan atau mereparasi televisi   diperlukan    peralatan ,   diantarannya

2. Multimeter  dengan  tahanan  dalam  20K Ohm / Volt.

3. Solder listrik   40 Watt    dan   60 Watt

4. Drei +

5. Drei –

6. Drei trim

7. Tang   potong

8. Tang   lancip

9. Pinset

10. Atraktor

11. Kaca  pembesar

l2. Lampu  bolep

13. kabel  rool  AC  panjang   5 – 10 meter    dengan  4 Stop kontak

14. Cermin

 

 

 

8 comments on “Mengecek Komponen yang Rusak

  1. kang lee kin mengatakan:

    beri contoh dan gambar cara mengetahui komponen elektronik,trus apakah komponen elektronik harus di copot dahulu dari rangkaian waktu melakukan pengecekan,tq mas

  2. Steven mengatakan:

    Hallo bos…minta tlg penjelasannya ada speaker aktif mati total setelah di cek travo,IC TDA 2030 jebol lalu d gnti.tapi setelah d hidupkan ok cuma IC nya panas sekali.tank’s

  3. yang bikin blog ini anjing mengatakan:

    DASAR GOBLOG N NGGAK MUTU JANGAN PERNAH MENANGGAPI APA2 DI BLOG INI… ANJING MONYET DASAR LO BAJINGAN…..

  4. bayyu mengatakan:

    cara mengetes positif/negatif habis mL gmn ya..

  5. Anonim mengatakan:

    hahaha itu pake tspen bukan tspk

  6. teknocrat mengatakan:

    mantaps gan, thanks, oya kalo ada yang pengen tambahan referensi silakan mampir disini gan

    http://gatewawan.blogspot.com/2014/07/dasar-pelacakan-kerusakan-rangkaian-elektronika.html

  7. Anonim mengatakan:

    oke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s